Rabu, 09 Mei 2012

Kurang Tidur Ternyata Berdampak Pada Perilaku Seseorang

Anda hobi tidur? Atau anda justru termasuk salah satu dari sebagian orang yang memiliki kebiasaan sulit tidur? Jika jawabannya ya, segera perbaiki kebiasaan tidur anda. Tidur merupakan salah satu bagian krusial dalam kelangsungan hidup manusia.


Tubuh secara alamiah membutuhkan waktu untuk beristirahat sama seperti membutuhkan makan, minum dan bernafas. Banyak penelitian secara konsisten telah menunjukkan bahwa tidur memainkan peran penting dalam mempromosikan kesehatan fisik, umur panjang, dan kesejahteraan emosional.

Manfaat dari tidur juga dapat diklasifikasikan dalam berbagai macam hal, seperti memperbaiki sel-sel tubuh, menjaga kesehatan jantung, menjaga tekanan darah, mengurangi stress, meningkatkan memori, menjaga berat tubuh, mencegah resiko terkena diabetes hingga mencegah munculnya gangguan mood. Hal inilah yang menjadikan kekurangan tidur akan berdampak berbalik dari manfaat tidur itu sendiri.

Menurut the National Institue of Neurological Disorder and Stroke, kebutuhan tidur tiap-tiap individu sangatlah berbeda. Untuk itu mereka telah mengelompokkan waktu tidur yang dianjurkan sesuai dengan kelompok usia. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah kurangnya waktu tidur pada remaja usia 11-17 tahun yang seharusnya membutuhkan waktu tidur sebanyak 8-9jam pada malam hari.

Sedangkan kenyataannya, para pelajar usia dini ini banyak yang tidak mendapatkan jumlah waktu tidur yang sesuai. Mereka yang tidak cukup tidur mempunyai keterikatan pada berbagai macam perilaku beresiko dibandingkan dengan mereka yang cukup tidur.

Sebuah studi pengamatan pada 12,154 siswa SMA di Amerika yang termasuk dalam National Youth Risk Behavior 2007, oleh CDC atau Centers for Disease Control and Prevention, Dept. of Health & Human Services, US, menemukan bahwa 68% dari siswa tersebut tidak mendapatkan tidur yang cukup atau dibawah 8 jam. Mereka yang termasuk kekurangan tidur ini menunjukkan perilaku-perilaku yang berbahaya yaitu:

86% mengacu pada pikiran bunuh diri

67% mengacu pada merokok

64% mengacu pada meminum minuman keras

62% mengacu pada keputusasaan atau sedih

52% mengacu pada penyalah gunaan narkoba

41% mengacu pada tindakan seks pranikah

40% mengacu pada tindakan kasar dan perkelahian

Perilaku-perilaku ini juga tidak menutup pada perilaku remaja dalam mengkonsumsi minuman bersoda, tidak aktif bergerak, bermain computer lebih dari 3 jam dan perilaku-perilaku lainnya yang intinya memberi dampak negatif pada tubuh dan kesehatan mereka sendiri.

Untuk itu amat sangat disarankan dan diharuskan bagi remaja untuk memiliki waktu tidur yang cukup terlebih pada saat sekolah, menurut Lela McKnight-Eily, PhD, divisi CDC Adult and Community Health pada konferensi press, sehingga masyarakat akan membantu secara langsung dalam mengantisipasi segala perilaku buruk yang muncul pada resiko kekurangan tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar