Jumat, 11 November 2011

Makanan Olahan Kenapa Berbahaya?

Salah satu iklan,
Setelah mengatakan bergizi lalu ada kalimatnya " yang penting enak"

Menurut anda bagaimana?
Apakah benar bergizi, apakah benar enak dan bermanfaat?
Apakah kandungan yang bisa diserap tubuh sesuai dengan yang tertera dan tidak membuat masalah dengan tubuh anda?

Sering saya katakan, dengarkanlah keluhan tubuh anda lalu turuti untuk tidak menggunakan produk itu, tetapi bagi yangg tidak bisa mendengarkan atau belum belajar mendengarkan?

Mari kita tinjau secara umum:

Begini:

Natrium nitrit biasanya ditambahkan ke produk olahan seperti: hot dog, dan daging cincang untuk menghambat pertumbuhan bakteri supya produk tdk cepat busuk n menajdi lembek. Hasilnya muncul rasa khas dan warna pink dari daging diproses menggunakan bahan ini.Dlm penilitian,ditemukan bahwa, nitrit dapat berggabung dgn komponen protein, yang disebut amina, yang kemudian membentuk nitrosamine, yang menyebabkan kanker pada hewan laboratorium.

Meskipun tidak pernah terbukti menyebabkan kanker pada manusia, penggunaan daging olahan lainnya telah lama dikaitkan dengan cancer perut dan kanker lainnya.

Dlm hal ini kecurigaan bahwa nitrosamine berkontribusi untuk kanker dan masalah kesehatan lain pada orang yang makan banyak daging olahan, juga diet, gaya hidup, atau faktor genetik mungkin juga terlibat. Hal lain yang juga berkontribusi adalah kemungkinan ttg makanan yang bisa bertanggung jawab adalah antara lain tinggi kandungan garam. yang dapat membuat selaput perut rentan terhadap karsinogen.

Kabar baiknya, pemerintah AS membatasi jumlah nitrit yang diperbolehkan dalam daging olahan untuk menjaga nitrosamine seminimal mungkin.

 Dan berkat teknik pengawetan makanan yang diperbaiki, daging olahan dipasar US hanya berisi seperlima dari apa yang mereka lakukan pada 1970-an.

Produsen juga menambahkan asam askorbat (vitamin C) atau erythorbate natrium (yang berkaitan dengan vitamin C), yang mengeliminasi dan mengurangi kecepatan konversi nitrit menjadi nitrosamine yang berbahaya tersebut

Jadi bagaimana dengan produk-produk daging olahan Indonesia? Apakah memenuhi persyaratan seperti yang ada di US? Saya tidak tau.

Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk:

1. Makanlah daging segar, bila ingin sekali-kali boleh menggunakan produk-produk olahan seperti sosis ham dan lain sebagainya dan tidak menjadikanya sebagai makanan sehari-hari

2. Produk-produk olahan yang di asapi pun mengalami hal yang hampir sama karena sebelum diasapi sdh diolah dengan bahan-bahan yang membuatnya menarik yang kaitannya dalam proses justru bereaksi dengan asap dan malah menimbulkan potensi carcinogenic yang lain lagi.

3. Produk-produk seperti buah-buahan segar yang mengandung banyak vit C akan sangat membantu tubuh mengurangi pembentukan nitrosamine.

4. Beberapa produk pengganti yang alami bisa digunakan seperti penggunaan bit, seledri, garam, madu, gula merah dan penjemuran seperti produk-produk lokal dendeng, dan lain sebagainya yang dibuat secara tradisional, meskipun barangkali rasanya berbeda dan tidak semudah penggunaan ("tinggal hap") seperti yang diiklankan tetapi justru lebih sehat dan bermanfaat.

5. Ingatlah juga bahwa sosis makanan olahan dapat dikatakan bahan utamanya adalah tahu dan bukan daging, jadi berarti disamping natrium nitrit, juga masih ada kedele yang cukup berbahaya untuk kelangsuingan generasi dan kehidupan hormonal tubuh yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar